Sejarah Implementasi
Implementasi 1986 – 2006
Sejak didirikan tahun 1986 Unsada telah memanfaatkan komputer yang saat itu telah digunakan pada laboratorium pemrograman komputer di Jurusan Elektro dan di tata usaha untuk membantu pekerjaan administrasi.
Selanjutnya pada tahun 1989 Unsada telah memiliki laboratorium jaringan komputer dengan sistem operasi Novell Netware. Bersamaan dengan ini perangkat komputer di Unsada telah digunakan untuk membantu mempercepat transaksi dan proses akademik seperti pencetakan transkrip menggunakan aplikasi wordstar dan lotus 123. Dan akhirnya pada tahun 1991 telah digunakan aplikasi khusus untuk pengolahan data akademik (program SKS Dikti). Bersamaan dengan perpindahan kampus dari jalan Jenderal Sudirman ke kampus Pondok Kelapa tahun akademik 1994/1995 dibangun jaringan PABX dan LAN menggunakan kabel coaxial yang menghubungkan setiap gedung ke server di ruangan BAAK yang dikelola oleh unit khusus bagian Pengolahan Data.
Melihat perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan pekerja di bidang ini yang semakin pesat maka pada tahun 2002 Unsada membuka jurusan Teknik Informatika dan untuk Jurusan Elektro yang semula memiliki bidang peminatan Elektro Komputer dikonsentrasikan pada bidang peminatan Telekomunikasi. Lalu pada tahun berikutnya 2003 dibuka pula jurusan Sistem Informasi. Ini memperlihatkan komitmen Unsada di bidang IT untuk terus mengikuti perkembangan dan membuka setiap peluang yang ada. Unsada juga memiliki Lembaga Pengembangan dan Keahlian (yang sekarang menjadi Unit Pengembangan Keahlian ‘LPK’) yang dikelola khusus dan telah membuka beberapa pelatihan di bidang IT.
Pada tahun 2005 jaringan LAN yang menghubungkan antar gedung ditingkatkan dari coaxial menjadi UTP dengan memanfaatkan jaringan telepon PABX. Jaringan LAN ini digunakan untuk sharing koneksi internet broadband Speedy Telkom 384 Kbps.

Implementasi 2006 – 2008
Pada akhir tahun 2006, Unsada berhasil memperoleh dana untuk pengembangan sarana Teknologi Informasi dari Program Hibah Kompetisi INHERENT K-3 yang dilaksanakan oleh DIKTI. Melalui aktivitas program dengan tema : “Pengembangan Kapasitas Universitas di Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Rangka Menuju Smart and Global Campus” Unsada berhasil mencapai kemajuan di bidang IT yaitu diperolehnya peningkatan infrastruktur TIK meliputi perangkat hardware, bandwidth INHERENT dan INTERNET, INTRANET kampus, pengembangan software meliputi aplikasi administrasi akademik on-line, fasilitas teleconference, dan pengembangan kualitas SDM dibidang TIK. Dana yang diperoleh dari Progam Hibah Kompetisi INHERENT K-3 ini sebesar Rp. 700.000.000,- (Tujuh Ratus Juta Rupiah) juga telah direalisasikan sesuai dengan rencana yaitu membangun infrastruktur dasar untuk memungkinkannya dilakukan pengembangan teknologi informasi selanjutnya.
Bersamaan dengan pelaksanaan program Hibah ini juga telah dibentuk Unit Teknologi Informasi dengan nama UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) yang pada saat pertama didirikan dipimpin oleh bapak Ir. Agus Sun Sugiharto, MT. sekaligus merangkap wakil rektor akademik saat itu.
Implementasi 2008 – 2015
Pada tahun 2008 dilakukan perubahan organisasi UPT TIK yang semula dipimpin Ir. Agus Sun Sugiharto, MT. kepada Herianto, S.Pd., MT. Pada periode ini pemanfaatan aplikasi akademik online dioptimalkan, bandwidth internet yang semula 512kbps disesuaikan dengan berkembangnya jumlah pengguna menjadi 4Mbps dan akhirnya 8MBps, akses wireless (hotspot) diperluas hingga mencapai ruang-ruang kelas, dan beberapa aplikasi pendukung (sistem informasi) lainnya mulai diadakan. Infrastruktur pada periode ini mengalami sedikit peningkatan melalui dana Hibah PTS DIKTI yaitu dengan instalasi fiber optic antar gedung dan penambahan beberapa server.